Profil Rizal Mantovani

Rizal Mantovani

Rizal Mantovani
Laki-Laki
Jakarta, 22 Agustus 1967

 
Biografi :

Rizal Mantovani dikenal sebagai sutradara video klip dan film layar lebar. Karya-karya video klipnya telah berhasil memboyong sejumlah penghargaan, di antaranya Video Musik Indonesia, dan MTV Video Music Award.

Rizal yang lahir di Jakarta, 22 Agustus 1967 itu adalah putra pasangan mantan Duta Besar Mohamad Saleh dan Widji Andarini. Sebagai anak diplomat, Rizal hidup berpindah-pindah di beberapa negara di mana orang tuannya bertugas saat itu.

Ketertarikannya pada dunia 'gambar hidup' dimulai ketika masih duduk di bangku kuliah, hingga dirinya pernah kerja part time untuk membuat kartun komik. Rizal juga pernah bekerja dalam sebuah tim kreatif TV dan mengawali membuat acara-acara televisi sendiri, mulai dari iklan hingga video klip.

Sementara di dunia perfilman, dirinya bersama Mira Lesmana, Nan T. Achnas dan Riri Riza membuat film KULDESAK(1998). Rizal pun mempelajari proses menulis cerita sampai penggarapannya. Filmnya kemudian menyusul JELANGKUNG (2001), sebuah film horor yang dinilai sukses di pasaran. Dan film terakhirnya berjudul JATUH CINTA LAGI (2006). Di tahun yang sama ia menggarap KUNTILANAK yang sukses di pasaran, bahkan dibuat sekuelnya, KUNTILANAK 2 (2007) dan KUNTILANAK 3 (2008). Tak ingin lekat dengan trademark horor, Rizal pun menjajal genre yang berbeda, yakni drama, ADA KAMU AKU ADA (2008). Pun begitu Rizal masih membuat film bertema horor, seperti KESURUPAN di 2008.

Lama tak membesut film horor yang telah menjadi trademark Rizal. Di tahun 2009, Rizal merilis film terbarunya, masih bergenre horor, MATI SURI. Bedanya kali ini, Rizal membuat ending yang menggantung.

Dari horor, Rizal mencoba genre thriller lewat AIR TERJUN PENGANTIN (2009). Sebelum premiere-nya film ini sudah mencuri perhatian masyarakat dengan adanya adegan-adegan pemainnya, terutama Tamara Blezynski yang tampil berani dalam balutan bikini.
kapanlagi.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar