5 Tahapan Yang Harus di Lalui Seorang Aktor Dalam Produksi Film

  1. Casting
          Setelah skenario sudah mencapai final draft dan siap untuk diproduksi, departemen penyutradaraan menyiapkan proses casting, yakni proses memilih pemeran yang sesuai dengan kebutuhan cerita dan komersil. Proses ini dibagi menjadi dua tahap yaitu :

Tahap yang pertama, seorang casting-director menyeleksi sejumlah calon pemeran yang disediakan oleh seorang talent-coordinator. Berdasarkan skenario dan arahan sutradara serta casting-director, seorang talent-coordinator mengundang sejumlah calon pemeran, bisa dari agen penyalur model (model agencies) atau diumumkan secara publik. Khusus model agencies , pihak agen terlebih dahulu menyeleksi sesuai dengan keriteria yang diinginkan. Setelah sejumlah calon pemeran terkumpul, casting-director kemudian melakukakn tugasnya untuk menjelaskan secara singkat tentang cerita dan mulai menguji akting calon pemeran dengan memainkan penggalan skenario sesuai dengan konsep sutradara dan tuntutan karakter.

Tahap kedua dari proses casting ini adalah menyerahkan calon pemeran yang dipandang sesuai dengan kriteria untuk diseleksi oleh sutradara. Berdasarkan hasil kerjanya, casting-director menyodorkan daftar berisi nama-nama calon pemeran yang paling memenuhi syarat dan menyertakan evaluasi sekaligus dengan argumentasinya.


   2.     Kontrak
          
           Thap selanjutnya adalah penerbitan surat kontrak. Setelah calon pemain terpilih untuk memerankan satu tokoh dalam produksi film, maka pihak rumah produksi akan memanggilnya untuk menandatangani kontrak. Kontrak biasanya di berikan per judul baik itu film televisi, miniseri, atau serial episodic. dari peran tokoh yang diberikan, pemai bisa mengetahui kategori peran apa yang akan dimainkan. Dalam surat kontrak tersebut, dicantumkan nilai kontrak, peran dan perjanjian lainnya yang berhubungan dengan produksi.


   3.     Reading

           Reading adalah proses pengarahan pemain yang sudah terpilih sesuai dengan sekenario dan konsep kreatif seorang sutradara. Reading dilakukan bersama-sama membaca skenario sesuai dengan porsi perannya masing-masing dan dibimbing oleh asisten sutradara. Tahapan reading adalah untuk mengetahui durasi dialog dalam sebuah adegan sehingga durasinya dapat diperkirakan. Dari sini, asisten sutradara akan mendapatkan perkiraan durasi film yang lebih akurat. Reading juga membantu pemeran dalam melafalkan dialog dan gambaran pemeran sesuai dengan yang mereka harus lakukan dalam film nanti. Bila ada hal yang dirasakan kurang pas, perubahan skenario juga mungkin dilakuakan pada tahap ini. Reading membantu memperkecil hambatan yang mungkin akan muncul disaat proses shooting berlangsung.


   4.     Rehearsal

           Setelah beberapa kali melakukan reading, para pemain melakukan rehearsal (latihan) sesuai porsinya dibawah bimbingan sutradara. Dalam rehearsal, tata gerak (blocking), mimik dan bahasa tubuh pemain diarahkan sesuai dengan keinginan sutradara. Asisten sutradara mengarahkan semua revisi, termasuk juga membangun kepercayaan diri dan mood pemain. Sehingga pada saat shooting, semuanya bisa berjalan dengan lancar. Biasanya dalam tahap akhir rehearsal, tim penyutradaraan melibatkan tim fotografi (kamera) dan penata artistik. Ketika kamu berlatih blocking, penata fotografi bisa merancang angle dan gerakan kamera (camera movement) dan sudut kamera terbaik untuk tiap adegan.

Penata artistik juga bisa memanfaatkan momen ini untuk menyiapkan kebutuhan, sesuai dengan blocking pemeran, camera movement penata fotografi dan keinginan sutradara. Depatemen penata artistik juga bisa menyiapkan tata busana dan tata rias. Semua jenis dan ukuran pakaian serta perhiasan dan aksesorisnya disiapkan dengan seksama. Pemain pun diberi efek tata rias oleh make up artist sebagai gambaran karaker pada saat shooting dimulai. Tidak semua adegan dilatih dalam rehearsal, hanya beberapa adegan spesifik yang cukup sulit atau adegan dengan dialog panjang atau yang melibatkan banyak orang.


   5.     Action

          Setelah selesai semuanya, pemain sudah harus sudah siap 100% untuk shooting sesuai dengan urutan panggilan dari asisten sutradara/ unit produksi. Semua unsur pemeran dan segala hal tentang akting, sudah harus dapat dikuasai pemain. Karena hal itu adalah tanggung jawab profesi sebagai seorang aktor profesional dan punya integritas.

         naah gitu broo kiranya tahapan yang akan dilalui oleh seorang aktor dalam proses pembuatan sebuah film, dan bagi seorang aktor, reading dan rehearsal bermanfaat untuk menawarkan gagasan kreatif pemeranannya dan menjaadi ajang untuk lebih mendalami tokoh yang akan di perankan sesuai dengan konsep sutradara...ok sukses broo!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar